Senin, Desember 22, 2008

Titik Baru: 10 Tahun KMM RIAK


riak...
10 tahun...
pada titik ini...

saya ingat sebuah pertanyaan yang pernah dilontarkan seorang mantan ketua riak, Miladi "cemol' Ahmad. pertanyaan ia lontarkan pada saat ultah riak, entah yang ke berapa waktu itu. meski pertanyaan ini terkesan sederhana dan bisa dengan mudah kita lupakan, namun nyatanya pertanyaan ini cukup mempengaruhi saya. Dalam dalam proses saya selama di riak.

Pertanyaannya kira-kira seperti ini: "Apa yang anda lakukan di riak?" (kalimat ini versi saya, karena secara persis sayapun agak lupa. tapi intinya gitu). hm..pertanyaan yang sederhana bukan? yup! tapi ternyata pertanyaan ini terus membayangiku. meskipun mungkin Miladi sendiri sudah menemukan jawabannya atau bahkan melupakannya. dialektika dalam diriku pun tak terelak. tak hanya dalam diri sendiri, terkadang secara eksplisit maupun implisit saya sering menanyakan pertanyaan itu kepada anak riak yang lainnya. alhasil...

ada yang telah memiliki jawaban, ada juga yang tidak. ada jawaban yang berkualitas, ada juga jawaban yang biasa2 saja (populer gitu deh.. hehe). saat ini, pertanyaan tersebut kembali muncul dalam pikiranku, ketika riak mau ultah yang ke-10. hmm... aku akan mencoba menjawab pertanyaan itu. semampuku. sejauh prosesku bergulat di "dalam" ketika masih bareng2 di riak, maupun setelah lama di sini my home sweet home, pontianak.

saya memulainya dari sebuah titik. sebuah analogi. tentu saya membuat titik ini sebagai sebuah awal dari sebuah perjalanan diri saya sendiri. karena pertanyaannya adalah "apa yang anda lakukan di riak?" dan pada kenyataannya titik ini saya perlukan ketika akan menuju ke titik selanjutnya. kita bisa menamakan titik awal ini sebagai niat. cita-cita. harapan. keinginan. dan seterusnya. sedangkan titik selanjutnya adalah tujuan (goal!).

gambaran ini mungkin sangat mudah untuk dibuat. oleh siapapun. karena kita selalu membuat simplifikasi (penyederhanaan) terhadap hidup. sebuah pragmatisme yang menjadi takdir. iya kan? namun, dalam prosesnya, tak akan semudah itu. iya kan? misalnya begini... waktu masih sekolah di SD atau SMP mungkin kita pernah ditanya tentang "apa cita2mu setelah kamu besar kelak?" di antara kita sekonyong2 bisa saja menjawab, "jadi arsitek (atau profesi lainnya)". saya menyebut ini sebagai titik awal dari sebuah perjalanan kita menuju apa yang kita harapkan. begitu kira2.

nah, disini kita akan membuat sebuah garis. kita sebut ini sebagai proses. namun, dalam sebuah proses kita akan selalu menghadapi banyak tantangan ataupun hambatan yang mungkin saja membuat kita disorientasi, patah arang dan putus asa. sehingga kita tak pernah sampai pada tujuan kita. pada titik berikutnya. kita lupa bahwa kita punya tujuan (GOAL!)

so... bagaimana dengan teman2 di riak saat ini? apakah pertanyaan ini pernah muncul dalam benak teman2? bagiku... PROGENI merupakan titik awal! sebuah fase kita menetapkan sebuah tujuan. sebuah titik yang akan anda tuju. so, apakah anda sudah punya goal tsb? sudahkah anda tahu kemana tujuan anda? so, this is a simple question. u can answer it...or not.

WE NEED THE GOAL!!! and FIGHT FOR IT!!!

Selasa, Oktober 07, 2008

Profil Band: THE RED MOLOTOV

Inilah The Red Molotov, sebuah band Rock dengan personil yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren. Hakeem (Bass), Makki (Gitar), dan Faruk (Gitar) adalah alumni sebuah pesantren di Jakarta Selatan, sedangkan Igo (Drum) alumni dari sebuah pesantren di Indramayu, serta Rahmat (Vokal) alumni sebuah pesantren di Bangil Pasuruan. Mereka semua bertemu ketika sama-sama kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam musiknya tentu saja The Red Molotov tidak bisa sepenuhnya lepas dari latar belakang para personilnya, tapi juga tidak sepenuhnya pula menjadi band rock yang relijius. Dengan keyakinan bahwa selain ibadah, Tuhan juga memerintahkan ber-Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar, yaitu megajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran atau kejahatan. Maka dengan kesadaran tersebut, menjadikan The Red Molotov berbeda dari kebanyakan band cadas yang lain.

Pengaruh pemikiran dari Ibnu ‘Arabi, Ali Syariati, Hasan Hanafi, Mohammad Hatta, Sukarno, Tan Malaka, hingga Jean Baudrillard, Nietzche, Karl Marx, Jacques Derrida, dll, mewarnai lirik-lirik lagu THE RED MOLOTOV. Selain itu inspirasi juga muncul dari segala peristiwa yang terjadi di sekitar kita, serta dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh para personil.

Pengaruh musik yang sangat beragam pada para personilnya, dari Nasyid dan Kasidah, dari Blues hingga Rock dan Metal, dari Punk hingga Reggae, dan bahkan dari campursari hingga karawitan Sunda, Jawa, dan Bali, membuat warna musik THE RED MOLOTOV menjadi sangat variatif, tapi tetap dalam balutan distorsi dan beat-beat enerjik khas musik Rock. Sehingga menghasilkan musik rock yang kadang mendayu seperti balada, kadang kuat menghentak, kadang seolah menghadirkan kesunyian atau keterasingan, dan kadang meledak-ledak seolah ingin meluapkan kemarahan atau pemberontakan.

Profil Band: WALI

Band WALI yang digawangi Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomi (drum), Ovie ((keyboard & synt), serta NuNu (bass), terbentuk pada 31 Oktober 1999.

WALI sendiri berasal dari kata yang amat memasyarakat yang berarti wakil. "Mengapa dinamakan WALI karena salah satunya mudah diucapkan oleh semua orang. Sisi lainnya adalah kami (WALI) dengan segala keterbatasan yang ada berharap bisa mewakili segenap perasaan dan curahan hati manusia," urai Apoy.

Wali meluncurkan album debut bertajuk ORANG BILANG pada Maret 2008. WALI mengandalkan lagu Dik sebagai hit single, sedangkan bintang sinetron Shireen Sungkar didaulat menjadi model video klip perdananya itu.

Selain Dik, beberapa single lain dalam album ini seperti Emang Dasar yang bercerita tentang kekesalan seorang wanita terhadap pasangan selingkuhnya, serta Orang Bilang, Tetap Bertahan, Egokah Aku, dan lain- lain layak untuk disimak.

Profil Band: AIKON

Band aikon adalah sebuah group musik yang di gawangi oleh M.Iqbal pada Vokal, M.Siddiq pada Gitar, Oki pada Drum, M.Ali pada Gitar, dan M.Andre pada Bass,yang dirintis sejak 1997 dan beberapa kali mengalami berganti formasi serta nama dari BAN (Belum Ada Nama), Intrik Band dan 17Mei Band.

Berakar pada musik pop rock, aikon muncul di berbagai panggung sekolah dan kampus, sempat pula mengikuti sejumlah festival seperti festival band sejabotabek di Bulungan Jakarta dalam rangka pekan olah raga dan seni, lomba cipta lagu religius yang diadakan oleh Remaja Masjid Sunda Kelapa, acara Indigo yang diadakan oleh I-radio, Ajang Musika di Geronimo, juga hadir meramaikan beberapa Chart Indie di Swaragama, Buzz dan beberapa radio swasta di Indonesia.

aikon memiliki komposisi musik dan lirik yang mengalir seiring dengan perkembangan permainan musik dan pengalaman spiritual para personilnya. Lirik-lirik yang dimiliki sangat inspiratif, bertemakan ajakan untuk merenung, serta mencoba mengulas pemikiran yang muncul dari hitam putih realita kehidupan yang bisa di lihat dari berbagai sudut pandang. Sehingga ciri khas aikon, dapat dirasakan lewat syair lagu yang mengungkapkan cinta secara vertikal dan horizontal sebagai pemenuhan kebutuhan psikologis manusia, dengan harapan dapat memberikan sedikit makna bagi setiap penikmatnya.

aikon, lebih menonjolkan nuansa bermusik dengan pola permainan yang harmonis dengan menggunakan sound yang khas. Meskipun masih hijau dalam musikalitas, spiritualitas, dan intelektualitas, aikon berusaha untuk tetap belajar agar dapat membuahkan karya yang lebih baik dan lebih bermanfaat lagi.

setelah mengeluarkan empat album indie, pada tahun 2006 aikon digaet oleh 601 record yang bekerjasama dengan musica meluncurkan album berjudul sahabat selamanya. lagu kumemohon yang pernah menjadi juara pertama dalam lomba cipta lagu religius kemudian menjadi hits pertama. dilanjutkan dengan lagu sahabat selamanya yang penggarapan video klipnya ditangani oleh Dennis Adishwara (Jomblo). pada desember 2006-januari 2007 aikon melakukan tour pulau jawa (banten-jember), mengunjungi sekitar 200 radio dan televisi lokal untuk memperkenalkan album sahabat selamanya.

aikon meluncurkan kaset, cd dan limited edition. desain grafis limited edition tergolong unik karena berbentuk segitiga dengan bonus cd yang bila di putar di vcd player akan menampilkan film dokumenter perjalanan aikon dan bila di putar di cd room akan menampilkan multimedia flash. sehingga pada tahun 2008, aikon menjadi salah satu nominator Desain Grafis Terbaik AMI Award 2008, bersama Letto, Padi, Slank dan Mocca.